Sebaiknya para pecandu narkoba segeralah berhenti, sekali lagi berhenti mengkonsumsi narkoba. Tidak ada satupun seseorang yang dapat meraih sukses dalam hidup ini apabila kehidupannya dikendalikan oleh narkoba. Kontrol dan kendalikan hidupmu tanpa narkoba. Jangan membuat kelalaian yang disengaja, karena bagaimanapun kalau menjadi pecandu narkoba, maka dalam hidup ini telah kehilangan segalanya dengan sia-sia

Ada permainan petugas di LP Tanjung Gusta

MEDAN – Razia internal yang dilakukan oleh Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tanjung Gusta di Medan, Sumatera Utara, dinilai percuma saja dan seharusnya harus melibatkan petugas kepolisian. Baru-baru ini, LP ini melakukan razia internal setelah dilaporkan oleh Waspada Online adanya praktek perjudian dan peredaran narkoba yang melibatkan para napi dan petugas LP.

Hal tersebut ditegaskan Wakil Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, Muslim Muis, sore ini, kepada Waspada Online, menyusul laporan dan pemberitaan perjudian dan narkotika jenis shabu-shabu di Kelas I di Tanjung Gusta.

Sebelumnya, Polda Sumut melalui jurubicaranya, AKBP MP Nainggolan, mengatakan, razia di dalam LP sangat sulit dilakukan karena berbeda institusi. Razia yang dilakukan olah pihak LP selama ini hanya dilakukan pihak internal LP, sehingga tak efektif. “Sistem mengungkap dan menangkap pengedar dan pemakai shabu serta meringkus pelaku judi di LP Tanjung Gusta, harus mengubah sistem dari yang biasa menjadi luar biasa,” kata Muslim.

Muslim mengatakan, dalam melakukan razia yang bersidat internal dan tidak melibatkan kepolisian, apalagi pemeriksaan terhadap para napi yang bekerjasama dengan pihak pegawai internal rutan, biasanya polisi langsung mengarah kepada tersangka diduga pelaku utamanya.

"Jadi perubahan sistem itu perlu. Polisi harus melakukan razia di luar rutan. Artinya, pemeriksaan terhadap pengunjung, itu yang harus dilakukan. “Masuknya barang haram itu, ya dari luar. Jadi, kalau ini dilakukan, peredaran narkoba di dalam rutan mati kutu,” ujarnya, malam ini.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Humas Polresta Medan, AKP Edward Tampubolon, kepada Waspada Online mengatakan sebelumnya, Polri tidak gampang bebas masuk ke LP untuk melakukan penggerebekan karena LP berada bawah naungan Departemen Hukum dan Hak Azasi Manusia (Dephum dan HAM). "Tapi kita sudah lama mencium itu, bahkan sudah beberapa kali kita lakukan penggeledahan. Tapi kita tidak memperoleh hasil yang maksimal. Itu kerena berbeda institusi,” ujar AKP Edward Tampubolon.

Edward mengatakan, ketidakberhasilan polisi dalam memberantas praktek narkoba dan judi di dalam LP karena adanya permainan para pegawai lapas itu sendiri. "Mungkin mereka sudah 'kongkalikong’, maka saat polisi masuk lokasi sudah disterilkan,” jelas Edward.

Berdasarkan rekaman gambar yang diperoleh Waspada Online, praktek perjudian yang berlangsung secara terbuka di ruang tahanan para napi itu memanfaatkan gang-gang kamar tahanan di LP Tanjung Gusta. Selain judi, penggunaan narkotika jenis shabu-shabu juga terekam dalam video tersebut. Dalam rekaman video, para napi bebas memakai shabu-shabu di toilet sel tahanan.

Praktek tersebut tidak terpantau oleh pegawai sipir atau diduga pegawai sipir sudah dikondisikan. Saat dikonfirmasi, Suwarno mengatakan sudah melihat video tersebut dan dalam tahap mengumpulkan bukti-bukti. Seperti kapan video tersebut dibuat dan tempat-tempat mana saja di LP Tanjung Gusta yang kondisinya sama seperti yang direkaman tersebut.

“Saya berterima kasih atas informasi-informasi tersebut, ini akan menjadikan lembaga lebih baik kedepannya,” tukasnya. SUDARMANTO-WASPADA ONLINE-Editor: HARLES SILITONGA
Copy Editor: IMANIURI SILABAN
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Klinik Narkoba - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger